Kajian Kristologi "Kokohkan diri, Bentengi hati, Islam harga mati"

Acara yang diadakan di Aula MAN YOGYAKARTA 1 tanggal 25, Mei 2012 pukul 13.00 - 17.00 WIB ini dihadiri sekitar 150 orang; diantaranya 80 peserta dari siswa/i MAN YOGYAKARTA 1, 20 peserta perwakilan dari ROHIS SMA/MA/SMK yang telah diundang, 38 panitia, 15 alumni dan demisioner.

Biidznillah, Alhamdulillah Kajian Kristologi periode 2012 berjalan dengan lancar dan sukses. Ini berkat usaha dari teman-teman kelas X yang sudah bersedia mengorbankan jam bermainnya untuk ikut rapat, juga tak mengurangi rasa hormat terimakasih untuk para Alumni dan Demisioner yang telah membimbing kita. Tak lupa juga BPH kelas XI nya hehe

Buat yang belum tau apa itu Kajian Kristologi, bisa tengok ke postingan sebelumnya yaa klik :D

Panitia bersama Ust. M. Taufiq Hidayat

Rambu-rambu islam dalam bergaul


Pertama, hendaknya setiap muslim menjaga pandangan matanya dari melihat lawan jenis secara berlebihan. Dengan kata lain hendaknya dihindarkan berpandangan mata secara bebas. Perhatikanlah firman Allah berikut ini,“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman; hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih baik bagi mereka…katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman; hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya…” (QS. 24: 30-31).



Awal dorongan syahwat adalah dengan melihat. Maka jagalah kedua biji mata ini agar terhindar dari tipu daya syaithan. Tentang hal ini Rasulullah bersabda, “Wahai Ali, janganlah engkau iringkan satu pandangan (kepada wanita yang bukan mahram) dengan pandangan lain, karena pandangan yang pertama itu (halal) bagimu, tetapi tidak yang kedua!” (HR. Abu Daud).



Kedua, hendaknya setiap muslim menjaga auratnya masing-masing dengan cara berbusana islami agar terhindar dari fitnah. Secara khusus bagi wanita Allah SWT berfirman, “…dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…” (QS. 24: 31).



Ketiga, tidak berbuat sesuatu yang dapat mendekatkan diri pada perbuatan zina (QS. 17: 32) misalnya berkhalwat (berdua-duaan) dengan lawan jenis yang bukan mahram. Nabi bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah berkhalwat dengan seorang wanita (tanpa disertai mahramnya) karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaithan (HR. Ahmad).



Keempat, menjauhi pembicaraan atau cara berbicara yang bisa ‘membangkitkan selera’. Arahan mengenai hal ini kita temukan dalam firman Allah, “Hai para istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti perempuan lain jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara hingga berkeinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya. Dan ucapkanlah perkataan yang ma’ruf.” (QS. 33: 31)



Kelima, hindarilah bersentuhan kulit dengan lawan jenis, termasuk berjabatan tangan sebagaimana dicontohkan Nabi saw, “Sesungguhnya aku tidak berjabatan tangan dengan wanita.” (HR. Malik, Tirmizi dan Nasa’i).



Dalam keterangan lain disebutkan, “Tak pernah tangan Rasulullah menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).



Hal ini dilakukan Nabi tentu saja untuk memberikan teladan kepada umatnya agar melakukan tindakan preventif sebagai upaya penjagaan hati dari bisikan syaithan.Wallahu a’lam.



Selain dua hadits di atas ada pernyataan Nabi yang demikian tegas dalam hal ini, bekiau bersabda: Seseorang dari kamu lebih baik ditikam kepalanya dengan jarum dari besi daripada menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani).



Keenam, hendaknya tidak melakukan ikhtilat, yakni berbaur antara pria dengan wanita dalam satu tempat. Ibnu Umar berkata, “Rasulullah melarang laki-laki berjalan diantara dua wanita.” (HR. Abu Daud).



Tapi nampaknya rambu-rambu pergaulan ini belum sepenuhnya difahami oleh sebagian orang. Karena itu menjadi tanggung jawab kita menasehati mereka dengan baik. Tentu saja ini harus kita awali dari diri kita masing-masing.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita dan menjauhkannya dari perbuatan tercela dan perbuatan yang tidak terpuji. Aamiin.

sumber harakatuna

Buka Bersama

Assalamu'alaikum readers, lama tak jumpa alias lama tak ada posting hehe maaf yaa, admin cukup sibuk #curcol
nah, cuma ingin sedikit bercerita tentang buka bersama ramadhan lalu. Rohis MAN YOGYAKARTA 1 mengadakan buka bersama anak-anak panti nih, tempatnya di Panti-asuhan Ibadah Bunda.
Prepare
Sebelum pemberangkatan, kita briefing dahulu di Masjid Al-Hakim
Unai memberi pengarahan :)
Akan berangkat nih, kita jalan kaki loh (jgn lupa baca do'a)
menyebrang kali code *eh
registrasi duyuuu :B
Ini ada pengajian, yang ngisi kak bagus :)
Rois am jejer-jejer
jeng jeng
sebelum berbuka puasa 
mari makan :B
Pemberian kenang-kenangan sekaligus mengakhiri acara kita hari ini :)
gagal narsis wkwk \(´▽`)/
gagal narsis juga
sayonaraaaa, sudah pada sibuk sendiri nih

admin juga pamit yaaa ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌ ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌


Waspada! Ghazwul Fikri (Perang pemikiran)

Seorang wanita guru sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Sang guru berkata, "Saya punya permainan...

Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah "Penghapus!" Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Sang guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat.

Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah "Penghapus!", jika saya angkat penghapus, maka katakanlah "Kapur!". Dan dijalankanlah adegan seperti tadi, tentu saja murid-murid kerepotan dan kelabakan, dan sangat sulit untuk merubahnya. Namun lambat laun, mereka bisa beradaptasi dan tidak lagi sulit.

Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Anak-anak, begitulah kita ummat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh-musuh kita memaksakan kepada kita lewat berbagai cara, untuk membalik sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sulit bagi kita menerima hal tersebut, tapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai mengikutinya.

Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik nilai."Pacaran tidak lagi sesuatu yang tabu, selingkuh dan zinah tidak lagi jadi persoalan, pakaian mini menjadi hal yang lumrah, sex before married menjadi suatu hiburan, materialistis dan permisive kini menjadi suatu gaya hidup pilihan, dan lain-lain."

"Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?" tanya Ibu Guru kepada murid-muridnya. "Paham buu..."
"Baik permainan kedua..." begitu Bu Guru melanjutkan. "Bu Guru punya Qur'an, Ibu letakkan di tengah karpet. Nah, sekarang kalian berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada di tengah tanpa menginjak karpet?" Nah, nah, nah. Murid-muridnya berpikir keras. Ada yang punya alternatif dengan tongkat, dan lain-lain. Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, ia gulung karpetnya, dan ia ambil Qur'annya. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet.

"Anak-anak, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya... Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-injak kalian dengan terang-terangan... Karena tentu kalian akan menolaknya mentah mentah. Preman pun tak akan rela kalau Islam dihina di hadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar.

"Jika seseorang ingin membangun rumah yang kuat, maka dibangunnyalah pondasi yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat.Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau membongkar pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, lemari disingkirkan dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan..."

Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan mencopot kalian. Mulai dari perangai kalian, cara hidup kalian, model pakaian kalian, dan lain-lain, sehingga meskipun kalian muslim, tapi kalian telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka... Dan itulah yang mereka inginkan."

"Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kalian... Paham anak-anak?"Paham buu!


copast from https://www.facebook.com/note.php?note_id=209201121156

Kajian Kristologi

Udah lama nggak posting, maaf ya admin lagi sibuk habis UTS.
Mau cerita nih, tentang salah satu dari sekian banyak event. Seperti judul di atas KAJIAN KRISTOLOGI, kita sering menyebutnya kalogi. Kalogi ini termasuk dari Progam Kerja Rohis MAN Yogyakarta 1 periode 2011-2012. Insya Allah akan dilaksanakan bulan Mei besok, doakan lancar yaa teman :)
Ada sedikit kenang-kenangan dari kalogi tahun lalu nih, CEKIDOT --->
DIBALIK LAYAR
Pas lagi Briefing
Rossa dan Dina mempersiapkan registrasi
Sie konsumsi sibuk nih
Ehm testing 
Meja Registrasi, ada mbak Fadurroh nih :)
Bagus nggak ini?
Azzad dan Dika memandu acara
eng ing eng
Kalam Ilahi :)
Sambutan Ketua Panitia
Sambutan Rois'Am
Mendengarkan materi
Dan berikut adalah Ustadz nya :)
Sesi tanya jawab
Evaluasi

Akhiru kalam, wabillahi taufiq wal hidayah 
Wassalamu'alaikum Wr. Wb 

-senyum salam ceria-

BBM

BBM itu bukan istilah dari Bahan bakar minyak ataupun Blackberry messanger, tapi Bersih-bersih Masjid
Nah, acara ini merupakan salah satu dari serangkaian progam kerja Rohis dari div Remas (remaja masjid). Biasanya kita melakukan ini setiap 3minggu-sebulan sekali. Dan sasarannya adalah warga ROMANSA EL-HAKIM.
Tidak banyak bercerita tentang ini, ada kenang2an BBM periode ini
CEKIDOT ---->
Rossa narsis nih :D
Una fighting!
Hesti Imas Narsis :D
Ini yg belum dibersihkan
nah, yang ini yang sudah dibersihkan.

apa bedanya?

kalau kalian cermati baik2, di pagar yang sudah dibersihkan ini, terdapat ketulusan, keikhlasan dan niat baik teman2 kita yang sudah membersihkannya melekat pada tiap senti pagar ini.

terimakasih teman2 yang sudah mau datang BeBeEm pertama periode kita..
temen2 yang lain harus ikut BeBeEm yang selanjutnya, yaa,, =D (note:Nurdina L.Q
)
 kebersamann, dan saling mengenal(tafahum) akan menguatkan kalian untuk berjuang dijalan yang sama, dan menuju satu tujuan yang sama pula.. ayoo pada tetep berjalan bersama2, saling memegang tangan dengan erat, jgn sampai ada yg terlepas, rengkuhlah temen kita..pikullah beban yang ada dipundaknya, saling membantu dan membahu..^_^ (note: Mb Ana)
Mari makan :D
Ini dia TRIO .... apalah

Bersambung

Tawakal Saja Biar Allah yang Menyegerakannya



Artikel Lepas
9/9/2011 | 10 Syawal 1432 H | Hits: 1.413
Oleh: Shita Ismaida


Ilustrasi (Erina Prima)
dakwatuna.com - Ada serumput bahagia menghempas jiwa, ada kesejukan mengalir tenang membasahi hati dalam raga, ada bias-bias cahaya yang terus memancar terang untuk memapah tiap langkah agar dapat berjalan.
Sejenak merenung, ada banyak permohonan yang hampir tak pernah putus terpanjatkan kepadaNya, namun…hingga sekarang belum juga terwujud.
Ada banyak permintaan yang terucap kepadaNya, namun hingga detik ini belum juga terpenuhi.  Mungkin, saya pernah merasakan lidah yang hampir kelu karena terus bermunajat namun belum juga terijabah, atau kelelahan batin yang begitu meletihkan karena doa yang hampir selalu terucapkan, namun belum juga terjawab.
Sungguh, tiap-tiap bait dalam doa yang terucapkan bagi saya itu adalah energi yang membentuk ketahanan kita dalam menghadapi ujian hidup. Ia adalah senjata, karena dengannya kita mendapat bantuan dari yang Maha Kuat.
Ya…kekuatan iman kita justru akan semakin tampak tatkala kita berupaya sekuat tenaga dan terus menerus memanjatkan doa, namun kita belum juga merasakan perubahan.
Kembali teringat akan sebuah kutipan kata yang begitu membekas dan mengena di hati “Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia tetap totalitas dalam berdoa tapi ia belum juga melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab berputus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan karena ia yakin bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat untuk dirinya.”
Hampir sama kondisinya dengan orang yang menaiki gunung tinggi. Ia dianjurkan untuk tidak terlalu sering melemparkan pandangannya ke atas gunung yang harus ia daki, karena bisa memunculkan ketidakpercayaan diri dan membebani langkahnya untuk terus mendaki. Tapi, ketika ia turun dari tempat yang tinggi, ia juga dianjurkan untuk tidak terlalu sering melihat jauh ke bawah. Karena jauhnya daratan yang ia lihat bisa menimbulkan kelemahan pada jiwa.
Adalah suatu kefitrahan bila kita merasa resah atas tiap bait-bait doa yang belum terjawab. Tawakal saja…bila kita tak pernah berhenti berdoa, dalam tiap kesunyian kita terus mengiba dengan penuh harap dan cemas dalam doa.
Bukankah orang-orang yang memohon dan menginginkan doanya segera terkabul, cepat terwujud adalah bukti dari kelemahan iman?
“Sesungguhnya Allah tidak pernah mengabulkan doa dari hati yang lalai.”
Akhirnya kita masih memiliki sumber kegembiraan sejati yaitu doa yang membuat keimanan kita semakin hari semakin kuat.
Maka sekarang tawakal saja…biar Allah yang menyegerakannya, menyegerakan kita dalam kebaikan yang menghantarkan kita menuju keridhaanNya.
Wallahu’alam Bish Showwab..