Ketika Cinta Berbuah Syurga


 Di tanah Kurdistan ada seorang raja yang adil dan shalih. Dia memiliki seorang anak laki-laki yang tampan, cerdas, dan pemberani. Saat-saat paling menyenangkan bagi sang raja adalah ketika dia mengajari anaknya itu membaca Al-Quran. Sang raja juga menceritakan kepadanya kisah-kisah kepahlawanan para panglima dan tentaranya di medan pertempuran. Anak raja yang bernama Said itu, sangat gembira mendengar penuturan kisah ayahnya. Si kecil Said akan merasa jengkel jika di tengah-tengah ayahnya bercerita, tiba-tiba ada orang yang memutuskannya.
 
Terkadang, ketika sedang asyik mendengarkan cerita ayahnya tiba-tiba pengawal masuk dan memberitahukan ada tamu penting yang harus ditemui oleh raja. Sang raja tahu apa yang dirasakan anaknya. Maka, dia memberi nasihat kepada anaknya, “Said, Anakku, sudah saatnya kamu mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. Seorang teman baik, yang akan membantumu untuk menjadi orang baik. Teman sejati yang
bisa kau ajak bercinta untuk surga.”
 
Said tersentak mendengar perkataan ayahnya.
“Apa maksud Ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?” tanyanya dengan nada penasaran.
 
“Dia adalah teman sejati yang benar-benar mau berteman denganmu, bukan karena derajatmu, tatapi karena kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keikhlasan hati. Dia mencintaiumu karena Allah. Dan dengan dasar itu kau pun bisa mencintainya dengan penuh keikhlasan karena Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan kekuaan dahsyat yang membawa manfaat dan kebaikan. Kekuatan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk surga.”
 
“Bagaimana cara mencari teman seperti itu, Ayah?” tanya Said.
Sang raja menjawab, “Kamu harus menguji orang yang hendak kau jadikan teman. Ada sebuah cara menarik untuk menguji mereka. Undanglah siapapun yang kau anggap cocok menjadi temanmu untuk makan pagi di sini, di rumah kita. Jika sudah sampai di sini, ulurlah dan perlamalah waktu penyajian makanan. Biarkan mereka semakin lapar. Lihatlah kemudian apa yang mereka perbuat. Saat itu, rebuslah tiga buitr telur. Jika dia tetap bersabar, hidangkanlah tiga telur itu kepadanya. Lihatlah, apa yang kemudian mereka perbuat! Itu cara yang paling mudah bagimu. Syukur jika kau bisa mengetahui perilakunya lebih dari itu.”
 
Said sangat gembira mendengar nasihat ayahnya. Dia pun mempraktekkan cara mencari teman sejati yang cukup aneh itu. Mula-mula ia mengundang anak-anak para pembesar kerajaan satu per satu. Sebagian besar dari mereka marah-marah karena hidangnya tidak keluar-keluar. Bahkan, ada yang pulang tanpa pamit dengan hati kesal, ada yang memukul-mukul meja, ada yang melontarkan kata-kata tidak terpuji, memaki-maki karena terlalu lama menunggu hidangan. Diantara teman anak raja itu, ada seorang bernama Adil. Dia anak seorang menteri. Said melihat sepertinya Adil anak yang baik hati dan setia. Maka dia ingin mengujinya. Diundanglah Adil untuk makan pagi. Adil memang menunggu keluarnya hidangan dengan setia. Setelah dirasa cukup, Said mengeluarkan sebuah piring berisi tiga telur rebus.
 
Melihat itu, Adil berkata keras, “Hanya ini sarapan kita? Ini tidak cukup mengisi perutku.” Adil tidak mau menyentuh telur itu. Dia pergi begitu saja meniggalkan Said sendirian. Said diam. Dia tidak perlu meminta maaf kepada Adil karena meremehkan makanan yang telah dia rebus dengan kedua tangannya. Dia mengerti bahwa Adil tidak lapang dada dan tidak cocok untuk menjadi teman sejati.
 
Hari berikutnya, dia mengundang anak seorang saudagar terkaya. Tentu saja anak saudagar itu sangat senang mendapat undangan makan pagi dari anak raja. Malam harinya, sengaja ia tidak makan dan melaparkan perutnya agar paginya bisa makan sebanyak mungkin. Dia membayangkan makanan anak raja pasti enak dan lezat. Pagi-pagi sekali, anak saudagar kaya itu telah datang menemui Said. Seperti anak-anak sebelumnya, dia menunggu waktu yang lama sampai makanan keluar. Akhirnya, Said membawa piring dengan tiga telur rebus di atasnya.
 
“Ini makanannya, saya ke dalam dulu mengambil air minum.” Kata Said seraya meletakkkan piring itu di
atas meja. Lalu, Said masuk kedalam. Tanpa menunggu lagi, anak saudagar itu langsung malahap satu persatu telur itu. Tidak lama kemudian, Said keluar membawa dua gelas air putih. Dia melihat ke arah meja ternyata tiga telur itu telah lenyap. Ia kaget.
Mana telurnya? tanya Said pada anak saudagar.
Telah aku makan.
Semuanya?
Ya, habis aku lapar sekali.
Melihat hal itu Said langsung tahu bahwa anak saudagar itu juga tidak bisa dijadikan teman setia. Dia tidak setia. Tidak bisa merasakan suka dan duka bersama. Sesungguhnya, Said juga belum makan apa-apa. Said merasa jengkel kapada anak-anak di sekitar istana. Mereka semua mementingkan diri sendiri. Tidak setia kawan. Tidak bisa merasakan suka dan duka bersama. Akhirnya, Said meminta izin kepada ayahnya untuk pergi mencari teman
sejati.
  
****
 
Akhirnya Said berpikir untuk mencari teman di luar istana. Kemudian mulailah Said berpetualang melewati hutan,ladang, sawah, dan kampung-kampung untuk mencari seorang teman yang baik. Sampai akhirnya, di suatu hari yang cerah, dia bertemu dengan anak seorang pencari kayu yang berpakaian sederhana. Anak itu sedang memanggul kayu bakar. Said mengikutinya diam-diam sampai anak itu tiba di gubuknya. Rumah dan pakaian anak itu menunjukkan bahwa dia sangat miskin. Namun, wajah dan sinar matanya memancarkan tanda kecerdasan dan kebaikan hati. Anak itu mengambil air wudhu, lalu shalat dua rakaat. Said memerhatikannya dari balik rumpun pepohonan.
 
Selesai salat, Said datang dan menyapa,
Kawan, kenalkan namaku Said. Kalau boleh tahu, namamu siapa? Kau tadi shalat apa?
Namaku Abdullah. Tadi itu shalat dhuha.”
Lalu, Said meminta anak itu agar bersedia bermain dengannya dan menjadi temannya. Namun, Abdullah menjawab,Kukira kita tidak cocok menjadi teman. Kau anak orang kaya, malah mungkin anak bangsawan. Sedangkan aku, anak miskin. Anak seorang pencari kayu bakar.
Said menyahut, Tidak baik kau mengatakan begitu. Mengapa kau membeda-bedakan orang? Kita semua adalahhamba Allah. Semuanya sama, hanya takwa yang membuat orang mulia di sisi Allah. Apa aku kelihatan seperti anakyang jahat sehingga kau tidak mau berteman denganku? Kau nanti bisa menilai, apakah aku cocok atau tidak menjadi temanmu.
Baiklah kalau begitu, kita berteman. Akan tetapi, dengan syarat hak dan kewajiban kita sama, sebagai teman yang seia-sekata.
 
Said menyepakati syarat yag diajukkan oleh anak pencari kayu itu. Sejak hari itu, mereka bermain bersama, pergi kehutan bersama, memancing bersama, dan berburu kelinci bersama. Anak tukang kayu itu mengajarinya berenang disungai, menggunakan panah dan memanjat pohon di hutan. Said sangat gembira sekali berteman dengan anak yangcerdas, rendah hati, lapang dada dan setia. Akhirnya, dia kembali ke istana dengan hati gembira.
 
Hari berikutnya, anak raja itu berjumpa lagi dengan teman barunya. Anak pencari kayu itu langsung mengajaknya makan di gubuknya. Dalam hati, Said merasa kalah, sebab sebelum dia mengundang makan, dia telah diundang makan. Di dalam gubuk itu, mereka makan seadanya, sepotong roti, garam, dan air putih. Namun, Said makan dengan sangat lahap. Ingin sekali rasanya dia minta tambah kalau tidak mengingat, siapa tahu anak pencari kayu ini sedang mengujinya. Oleh karena itu, Said merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya. Selesai makan, Said mengucapkan hamdalah dan tersenyum. Setelah itu, mereka kembali bermain.
 
Said banyak menemukan hal-hal baru di hutan, yang tidak dia dapatkan di dalam istana. Oleh temannya itu dia diajari untuk mengenali dan membedakan jenis dedaunan dan buah-buahan di hutan; antara daun dan buah yang bisa dimakan, yang bisa dijadikan obat, serta yang beracun.
Dengan mengenal jenis buah dan dedaunan di hutan secara baik, kita tidak akan repot jika suatu kali tersesat.Persediaan makanan ada di sekitar kita. Inilah keagungan Allah!” kata anak pencari kayu.
 
Seketika itu, Said tahu bahwa ilmu tidak hanya dia dapat dari madrasah seperti yang ada di ibukota kerajaan ilmu ada di mana-mana. Bahkan, di hutan sekalipun. Hari itu, Said banyak mendapatkan pengalaman berharga. Ketika matahari sudah condong ke Barat, Said berpamitan kepada sahabatnya itu untuk pulang. Tidak lupa, Saidmengundangnya makan di rumahnya besok pagi. Lalu, dia memberikan secarik kertas pada temannya itu.
Pergilah ke ibu kota, berikan kertas ini kepada tentara yang kau temui di sana . Dia akan mengantarkanmu kerumahku, kata Said sambil tersenyum.
Insya Alloh aku akan datang.Jawab anak pencari kayu itu.
  
*****
 
Pagi harinya, anak pencari kayu sampai juga di istana. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Said adalah anak raja. Mulanya, dia ragu untuk masuk istana. Akan tetapi, jika mengingat kebaikan dan kerendahan hati Said selama ini, dia berani masuk juga. Said menyambutnya dengan hangat dan senyum gembira. Seperti anak-anak sebelumnya yang telah hadir di ruang makan itu. Said pun menguji temannya ini. Dia membiarkannya menunggu lama sekali. Namun, anak pencari kayu itu sudah terbiasa lapar. Bahkan, dia pernah tidak makan selama tiga hari. Atau, terkadang makan daun-daun mentah saja. Dia hanya berpikir, seandainya semua anak bangsawan bisa sebaik anak raja ini, tentu dunia akan tentram. Selama ini, dia mendengar bahwa anak-anak pembesar kerajaan senang hura-hura. Namun, dia menemukan seorang anak raja yang santun dan shalih.
 
Akhirnya, tiga butir telur masak pun dihidangkan. Said mempersilahkan temannya untuk memulai makan. Anak pencari kayu bakar itu mengambil satu. Lalu, dia mengupas kulitnya pelan-pelan. Sementara Said mengupas dengan cepat dan menyantapnya. Lalu dengan sengaja Said mengambil yang ketiga, mengupasnya dengan cepat dan melahapnya. Temannya selesai mengupas telur. Said ingin melihat apa yang akan dilakukan temannya dengan sebitur telur itu, apakah akan dimakannya sendiri atau.?
 
Anak miskin itu mengambil pisau yang ada di dekat situ. Lalu, dia membelah telur itu jadi dua. Yang satu dia pegang dan yang satunya lagi, dia berikan kepada Said. Tidak ayal lagi, Said menangis terharu. Lalu Said pun memeluk anak pencari kayu bakar itu erat-erat seraya berkata. Engkau teman sejatiku! Engkau
teman sejatiku! Engkau temanku masuk surga.
 
Sejak itu, keduanya berteman dan bersahabat dengan sangat akrab. Persahabatan meraka melebihi saudara kandung. Mereka saling mencintai dan saling menghormati karena AllaSWT. Karena kekuatan cinta itu mereka bahkan sempat bertahun-tahun mengembara bersama untuk belajar dan berguru kepada para ulama yang tersebar di Turki, di Syiria, di Irak, di Mesir dan di Yaman. Setelah berganti bulan dan tahun, akhirnya keduanya tumbuh dewasa. Raja yang adil, ayah Said meninggal dunia. Akhirnya, Said diangkat menjadi raja untuk menggantikan ayahnya. Menteri yang pertama kali dia pilih adalah Abdullah, anak pencari kayu itu. Abdullah pun benar-benar menjadi teman seperjuangan dan penasihat raja yang tiada duanya.
 
Meskipun telah menjadi raja dan menteri, keduanya masih sering malakukan shalat tahajud dan membaca Al-Quranbersama. Kecerdasaan dan kematangan jiwa keduanya mampu membawa kerajaan itu maju, makmur, dan jaya.
baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur.
(Dikutip dari sebuah karya Habiburrahman El Shirazy)

Mengapa Harus Dibuang?





Kehidupan sangatlah indah. Ada banyak sesuatu yang kita sukai didalamnya. Termasuk salah satunya hal yang selalu ada disamping kita saat melakukan aktifitas apapun, kapanpun, dan dimanapun.

Yup, hal tersebut adalah barang/benda. Secara normal seseorang tidak perlu mencari tahu definisi dari barang/benda, dsb. Yang orang ingin tahu, biasanya hanyalah apa nama benda tersebut; bagaimana bentuk, hiasan, tekstur benda tersebut; seberapa berguna atau bermanfaatkah benda tersebut; berapa harga benda tersebut; dan pertanyaan sehari-hari yang sering kita dengar.

Lucunya, manusia memang sudah ditakdirkan dengan keinginan untuk memenuhi kebutuhan berupa benda mereka yang tidak terbatas. Sebagai contoh, ketika kita diminta untuk masuk kerumah, terutama kekamar tidur, yang kita lihat adalah puluhan, bahkan ratusan benda-benda yang menyelimuti diri kita sehari-hari. Kalau saja benda tersebut sudah tertutup debu, warna lusuh, berkarat, sobek, patah, berjamur, rusak, ataupun sudah tertinggal jaman (kuno), terbesit dalam benak kita untuk mengganti, menjual ke tukang loak, menaruh semua barang tersebut ke gudang, atau bahkan membuang. Mungkin, bagi manusia-manusia yang memilii hati baik yang selalu iba kepada sesama, akan menyumbangkan benda-benda lama tersebut ke orang yang kurang beruntung. Padahal, benda yang disumbangkan pasti tentunya yang masih memiliki kualitas fungsinya. Lalu, bagaimana dengan barang rusak, berjamur, ataupun yang berkarat?

“Yap”, pemecahan masalahnya pasti di jual atau dibuang. Bila benda tersebut dijual, kita beruntung, dapat uang, tapi kalau tidak bisa dijual, berarti dibuang.
Bayangkan saja, bila seorang manusia membuang satu glintir benda-benda yang bagi mereka memang sudah layak dibuang. Trus, kalau satu keluarga akan berapa banyak? Kalau satu RT, satu RW, satu Desa, satu Kecamatan, satu kabupaten, satu provinsi, atau bahkan satu bumi?

Lain cerita, tahun-tahun ini kita lihat banyak orang berusaha keras, dengan sedikit bumbu otak kanan mereka yang aktif, mereka sumbangkan untuk berkarya dengan bahan-bahan yang ada selama ini. Seperti halnya bahan kain fanel, jarang atau hampir tidak ada satu remaja perempuan yang asing dengan fanel, mreka membuat, menghias, menjahit dengan segala cara agar terperoleh hiasan indah ditangan mereka. Selain fanel, sebenarnya masih bayak lagi bahan-bahan yang kini sedang eksis digeluti anak muda. Lain lagi dengan remaja yang mungkin merasa tidak trampil, mereka lebih senang dengan menjual berbagai macam barang-barang yang unik. Terlebih lagi itu menjadi trend yang selalu sering kita lihat.

Contoh perilaku sehari-sehari seperti itu memang sangatlah baik, selain kita sebagai pelajar dapat mengetahui ilmu bisnis dan mengasah otak maupun ketrampilan, kegiatan seperti itu juga dapat menambah kemandirian dan memperoleh keuntungan untuk mencukupi kebutuhan tambahan yang diinginkan.

Apabila perilaku seperti itu terus diulang adakalanya selain dampak positif juga terdapat dampak negatif yang akan timbul, baik bagi konsumen maupun orang atau remaja yang membuatnya (produsen). Dampak yang terjadi banyak, akan tetapi salah satu dampak yang sama dan saling timbul dari kedua belah pihak adalah “terbuang”. Si penjual atau si pembuat akan sering mengeluarkan uang untuk membeli bahan, dan sisa bahan yang tidak terpakai akan bertmpuk, padahal sering kali pembuat juga berlebihan dalam membuat sesuatu, akibatnya sisa bahan akan terbuang sia-sia. Pembeli pun juga demikian, hasrat seorang konsumen terhadap barang tertentu yang dianggapnya lucu, imut, murah, berkualitas, dan bermanfaat akan timbul bila bertemu dengan barang yang diinginkan. Bila barang yang satu sudah terbeli, kemudian ia merasakan kepuasan, adan semakin lama akan bosan, pasti timbul hasrat lagi untuk membeli barang yang kedua. Barang yang pertama akan disimpan, kemudian rusak, dan berakhir di tempat sampah(dibuang). Hal itu akan berlanjut bila ada banyak orang yang melakukan hal itu dalam sehari, seminggu, sebulan dan seterusnya seperti halnya kalimat pada paragraf lima.

Yang menjadi pertanyaan saat ini bagaimana dengan nasib benda-benda yang sudah terbuang sia-sia? Jawabannya adalah terletak pada diri kita sendiri. Memang benar, saat ini banyak orang atau pengrajin beralih tujuan produksi ke arah penggunaan kembali benda-benda bekas. Akan tetapi, benda bekas yang selama ini terproduksi jauh lebih sedikit jumlahnya, daripada benda-benda bekas yang kita miliki. Selain itu, produsen juga terkadang tetap mempertahankan mutu kualitas barang bekas tersebut. Sehingga tetap saja, banyak barang-barang bekas yang terkumpul dan terbuang sia-sia.

Agar benda-benda bekas yang berada di rumah kita tidak terbuang saja, alangkah lebih baiknya bila kita mencurahkan otak kanan kita yang cerdas tersebut untuk belajar memanfaatkannya kembali menjadi barang yang sesuai dengan yang diinginkan. Daripada kita menggunakan kemampuan kita pada bahan yang tentunya akan memakan biaya yang lebih besar untuk membeli dan membuat sesuatu. Misalnya, kita memiliki sebuah sandal yang hiasan dan warnanya sudah lusuh, tetapi masih bisa digunakan untuk alas kaki. Daripada sandal tersebut haarus terbuang atau dibiarkan begitu saja, lebih baik kalau kita mengubah sandal tersebut menjadi lebih indah. Caranya, kita bisa membersihkan sandal tersebut agar berkurang lusuhnya, kemudian hiasan yang sudah rusak bisa dilepas semua dan apabila terlihat cacat pada bagian pelepasan hiasannya, bisa ditutupi dengan manik-manik, benda-benda yang seukuran, atau bulatan-bulatan kecil dari kayu. Begitu juga barang-barang lainnya. Kita bisa memperbaiki barang yang sudah lama, dan merubahnya menjadi barang baru.

Bila kita memiliki barang yang sudah rusak, dan tidak bisa diperbaiki kembali. Alangkah baiknya bila barang tersebut dibiarkan begitu saja, dan akan dimanfaatkan kembali menjadi bahan pelengkap untuk barang bekas yang lainnya. Sehingga, yang kita butuhkan hanyalah pendukung untuk membentuk dan menghias barang itu kembali. Seperti aneka macam lem, palu, gunting, benang, jarum, peniti, dst.

Ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari memanfaatkan barang kita sendiri. Seperti:
1. Melatih hidup hemat
2. Mengurangi sikap boros dan suka membuang-buang barang.
3. Sebagai sarana penyalur bakat kreatifitas diri kita.
4. Bagi pemula dan yang yang sudah terbiasa, bisa meningkatkan ketrampilan, kreatifitas, ketelitian, imajinasi, dan daya logis. Sehingga kemampuan otak kanan dan otak kiri meningkat.
5. Lebih rajin dan trampil.
6. Memanfaatkan waktu.
7. Menghargai sesuatu (barang bekas, orang yang sudah membuat barang tersebut, dan barang yang sudah kita buat)
8. Meningkatkan kepercayaan terhadap diri sendiri.
9. Peluang usaha.
10. Mendapatkan barang yang sesuai dengan keinginan pribadi.

Memanfaatkan barang bekas, bukan berarti kita harus menghancurkan barang tersebut kemudian dibentuk menjadi baru seperti yang ada pada mengolah sampah kertas atau plastik. Kita bisa memanfaatkan kembali barang tersebut dengan memperbaiki dan manambah hiasan manis atau pun menjadikan brang bekas sebagai pelengkap barang bekas lainnya. Tekniknya pun sesuai dengan kemauan masing-masing.

Dalam proses memanfaatkan barang bekas tersebut, kita juga dituntut untuk lebih fokus dan kritis agar barang bekas yang kita “permak” bisa benar-benar berhasil dan tepat. Karena, bila ada sedikit kesalahan saja bisa berakibat semakin buruknya barang yang dihasilkan. Kecuali, bila kita sedikit menggunakan siasat untuk menutupi kekurangan pada barang tersebut.

Barang memang benda yang bernulai. Apabila terkena sedikit saja goresan masalah, nilainya pun akan turun. Akan tetapi, selama barang atau benda tersebut masih memiliki nilai (tidak hancur-lebur) barang dapat kita naikkan kembali nilainya. Jadi, mengapa benda harus dibuang, padahal benda tersebut masih bernilai dan bermanfaat. Untuk itu, kita mulai pada diri sendiri dan barang-barang yang kita miliki.

___*lufi_chan*__ hehe,,,

"^_^"

Seputar Herbal

Manfaat Kurma Bagi Kesehatan


buah_kurma1Kurma (Phoenix dactylifera) adalah sejenis tanaman palma yang banyak ditanam di Timur Tengah dan Afrika Utara karena buahnya dapat dimakan. Karena sejarah pembudidayaannya untuk diambil buahnya sudah lama sekali, asal-usulnya yang pasti tidak lagi diketahui, namun kemungkinan besar pohon ini berasal di oasis padang pasir di Afrika utara, dan barangkali juga di Asia barat daya. Pohonnya berukuran sedang, tingginya sekitar 15-25 meter, seringkali tumbuh bergerombol dengan beberapa batang pohon yang muncul dari satu akar yang sama, namun bisa juga tumbuh sendiri-sendiri.

Berikut beberapa manfaat dari Buah Kurma :


Satu butir kurma kaya akan energi dalam bentuk hidrat arang (6,1 g), serat, potasium (54,3 mg), dan cukup zat besi. Kurma5
2. Satu dua butir kurma sudah cukup mengganti energi yang berkurang saat puasa. Berdasarkan Data Primer Penelitian Puasa dan Kesehatan 1994 (Puasa dan Kesehatan, Dr.dr.H. Wahjoetomo), perubahan kadar gula darah sebelum dan saat berpuasa relatif kecil (tidak bermakna)
3. Potasium bermanfaat mengatasi kelelahan otot, juga menurunkan tekanan darah tinggi dan risiko stroke.
4. Seratnya baik untuk mengatasi sembelit.
5. Tekstur serat pada kurma cukup halus, aman untuk lambung sensitif atau radang usus.
6. Kombinasi zat besi dan hidrat arang baik bagi penderita anemia dan lesu kronis.
7. Ruthab (kurma basah) mencegah terjadi pendarahan bagi perempuan-perempuan ketika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya [4]. Hal ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oxytocine yang dapat membantu proses kalahiran. Hormon oxytocine adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu ketika wanita atau pun hewan betina melahirkan dan menyusui.
8. Buah kurma, baik tamr maupun ruthab dapat menenangkan sel-sel saraf melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Oleh karena itu, para dokter menganjurkan untuk memberikan beberapa buah kurma di pagi hari kepada anak-anak dan orang yang lanjut usia, agar kondisi kejiwaannya lebih baik.
9. Buah kurma yang direbus dapat memperlancar saluran kencing.Kurma sangat dianjurkan sebagai hidangan untuk berbuka puasa. Ada hal yang sudah ditetapkan dalam bidang kedokteran bahwa gula dan air merupakan zat yang pertama kali dibutuhkan orang berpuasa setelah melalui masa menahan makan dan minum. Berkurangnya glukosa (zat gula) pada tubuh dapat mengakibatkan penyempitan dada dan gangguan pada tulang-tulang. Dilain pihak, berkurangnya air dapat melemahkan dan mengurangi daya tahan tubuh. Hal ini berbeda dengan orang berpuasa yang langsung mengisi perutnya dengan makanan dan minuman ketika berbuka. Padahal ia membutuhkan tiga jam atau lebih agar pencernaannya dapat menyerap zat gula tersebut. Oleh karena itu, orang yang menyantap makanan dan minuman ketika berbuka puasa tetap dapat merasakan fenomena kelemahan dan gangguan-ganguan jasmani akibat kekurang zat gula dan air.kurma1
10. Buah kurma dapat mencegah stroke
11. Buah kurma kaya dengan zat garam mineral yang menetralisasi asam, seperti Kalsium dan Potasium. Buah kurma adalah makanan terbaik untuk menetralisasi zat asam yang ada pada perut karena meninggalkan sisa yang mampu menetralisasi asam setelah dikunyah dan dicerna yang timbul akibat mengkonsumsi protein seperti ikan dan telur.
12. Buah kurma mengandung vitamin A yang baik dimana ia dapat memelihara kelembaban dan kejelian mata, menguatkan penglihatan, pertumbuhan tulang, metabolisme lemak, kekebalan terhadap infeksi, kesehatan kulit serta menenangkan sel-sel saraf.

Diambil dari berbagai sumber.